Jumat, 19 Maret 2021

UPRAK BIN

 

Intel Amatiran
Karya : Hosea Felix Sanjaya

            Empat orang gadis cantik dan mempesona ... sebut saja namanya Mawar, Annie, Kenny, dan Christa. Tidak ada yang tahu latar belakang kehidupan mereka. Tetapi mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan mewah. Busana dan gaya hidupnya begitu glamor.

            Entah mengapa mereka bersaing dan memperebutkan seorang pria playboy paruh baya berduit yang sering datang dan memacari mereka berempat. Mereka begitu norak dengan kelakuannya. Hingga suatu ketika mereka bertengkar hebat dan pemilik rumah tidak sanggup menengahinya.

"...lebih baik kita bunuh saja dia, supaya tidak ada seorang pun yang dapat memilikinya!" usul Christa.

            Mereka terdiam ... tegang ... dan entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Beberapa hari kemudian sang pria playboy tidak pernah tampak lagi batang hidungnya di rumah kontrakan itu.

            Mereka menduga dia telah mati dibunuh. Dan salah satu diantara mereka pasti telah membunuhnya. Hingga terdengar berita kematian sang pria itu ke telinga pemilik rumah. Mayatnya masih berada di dalam mobil di ujung jalan menuju rumah kontrakan.

"Sang pria sudah tewas ... siapa diantara kalian pelakunya?" tanya pemilik rumah dihadapan ke empat gadis cantik tersebut.

            Mereka diam dan cuek dengan berita itu. Kemudian pemilik rumah melakukan panggilan WA padaku, seorang Intel Amatiran yang sedang naik daun. Aku segera datang ke rumah kontrakan tersebut.

            Ke empat gadis cantik menyambut dan menggodaku dengan menyapa genit. Pose dan pakaian yang mereka pakai melambungkan anganku menembus tujuh lapis atmosfir bumi hingga membuatku susah bernafas. Satu persatu mereka menyebutkan nama hingga membuat jantungku berdegup keras. Kelemahanku ada pada seorang wanita. Aku tidak dapat melakukan penyelidikan dengan keadaan seperti ini.

"Aku butuh waktu ... Aku akan kembali besok," kataku pada pemilik rumah.

            Aku gagal fokus dan pergi dengan nafas memburu. Apa yang akan Aku lakukan dengan mereka? Aku berpikir keras untuk melawan kelemahanku sendiri. Aku butuh air....

            Keesokan harinya Aku kembali ke rumah kontrakan itu dengan segudang pertanyaan untuk menginterogasi mereka. Apa yang terjadi? Mereka menyambut kedatanganku dengan lebih hebat lagi. Sehingga benar kata orang jika penghuni neraka kebanyakan kaum hawa.

            Dengan langkah lambat Aku keluar dari angkringan. Menyusuri jalan tanah berdebu dan berkerikil tajam. Sesekali kakiku menendang dan melontarkan kerikil-kerikil tersebut. Debu pun beterbangan dan mengharuskan Aku untuk menutup hidungku sendiri.

            Berkali-kali Aku tengok layar hp-ku. Tidak ada notifikasi yang masuk dalam grup WA Intel Amatiran. Aku benar-benar pusing tujuh keliling. Sementara pemilik kontrakan berkali-kali menghubungiku menanyakan hasil interogasiku pada ke empat gadis cantik tersebut.

            Aku kembali teringat pada tingkah polah mereka. Mereka membuat pikiranku membeku di atas awan. Tidak ada jalan keluar dari masalah ini. Sebuah kalimat yang keluar dari mulut masing-masing gadis itu saling membelit sehingga sukar bagiku untuk menentukan siapakah yang tidak berbohong. Mawar, Annie, dan Christa saling menuduh, hanya Kenny yang membela diri. Teori dasarnya seseorang yang menuduh biasanya untuk menutupi kesalahannya. Apakah mereka bertiga telah berkonspirasi melakukan pembunuhan itu dan sekarang saling menyalahkan? Kalau begitu siapakah otak dari pembunuhan ini? Aku mencoba mengurai kebekuan otakku.

            Apakah Kenny berkata benar? Atau hanya memanfaatkan situasi saja di saat teman-temannya saling menyalahkan hingga dia bisa berkelit dan menghindari tuduhan itu?

            Langkahku terhenti ketika melihat sekelompok pelajar di sebuah pos ronda. Mereka asyik berkerumun seperti sedang mengerjakan tugas dari gurunya. Mereka mendiskusikan sesuatu ... dan Aku pun mendengarkan pembicaraan mereka. Terjadi perdebatan tapi dapat diselesaikan dengan mudah oleh salah seorang siswa tersebut.

            Tiba-tiba terdengar bunyi sirine ambulans dan mobil polisi. Mereka menuju tempat kontrakan mewah itu. Aku pun terkejut. Rupanya kabar pembunuhan itu telah sampai ke telinga polisi.

Panggilan WA-ku berdering ....

"Polisi segera datang dan akan membawa ke empat gadisku. Cepatlah selesaikan tugasmu." Kata si pemilik rumah tersebut.

"Bukankah polisi akan lebih baik untuk menyelesaikan masalahmu?"

"Tidak!!! Aku tidak ingin kehilangan semuanya ...."

"Semuanya ...? Apa maksudmu?"

"Ee ... tidak. Selesaikan saja tugasmu. Tunjuk salah satu diantara mereka. Dan masalah ini selesai."

            Pemilik kontrakan menutup teleponnya tanpa menunggu kesanggupanku. Aku makin kebingungan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Tidak mungkin Aku asal tunjuk tanpa alasan yang kuat di hadapan para polisi di sana. Bisa-bisa Aku masuk penjara karena tuduhan palsu. Aku kembali mendengar pembicaraan para siswa itu.

"Bagaimana kamu bisa mengambil kesimpulan dari soal ini?"

"Mudah saja. Dengan mengambil permisalan dan menegasikan kalimat yang lainnya, kita dapat menyelesaikan soal ini."

            Kesimpulan dari permisalan dan negasi, apa maksudnya? Bukankah itu suatu teori? Aku bergegas menuju rumah kontrakan mewah untuk menyelesaikan kasus ini.

            Sampai di sana polisi sudah bersiap membawa ke empat gadis cantik itu. Ups ... mereka semakin hot dan tampak liar dihadapanku. Pemandangan itu hampir saja membuyarkan konsentrasiku. Segera kuambil botol minumanku dan kuteguk untuk mendinginkan otakku.

"Untuk apa kamu datang? Apakah kamu akan mengorbankan salah satu temanku dengan teori Amatiranmu?" kata Christa menatapku tajam.

"Tidak! Aku akan menyelesaikan masalah ini ..."

            Aku menyodorkan selembar kertas bertuliskan hasil interogasiku pada salah seorang polisi di sana.

Mawar : Annie, dialah pembunuh pria itu.

Annie : Christalah pembunuhnya.

Kenny : Aku tidak membunuhnya.

Christa : Annie telah berbohong padamu.

"Bagaimana mungkin ini bisa menjelaskan semuanya?"

Dengan hati-hati Aku menjelaskan teori Intel Amatiranku ....

            Aku misalkan perkataan Mawar benar maka perkataan dari ke tiga temannya adalah negasinya atau kebalikannya. Sehingga ada dua fakta saling bertentangan, yaitu Annie dan Kenny sebagai pembunuhnya. Dan ini tidak mungkin terjadi. Semua mendengar penjelasanku dengan seksama.

            Seandainya perkataan Annie atau Kenny yang benar maka dengan cara yang sama akan dihasilkan fakta-fakta yang saling bertentangan juga. Sehingga kesimpulanku hanya Christa yang berkata benar. Dengan demikian dari negasi ke tiga perkataan teman yang lain tidak ada fakta yang bertentangan dan kebohongan mereka tidak akan saling berbenturan. Jadi Kennylah pembunuhnya berdasarkan teori ini. Semua terkejut dan mengarahkan pandangan matanya pada Kenny.

"Bukan aku ... aku hanya disuruh untuk mengantarkan minuman pada pria itu. Aku ... aku tidak tahu siapa yang telah membuatnya," kata Kenny mencoba membela diri.

"Faktanya kamu yang membawa dan memberikan minuman itu. Siapa pun akan tahu bahwa kamu yang telah membunuh pria itu," kataku.

"Benar ... dia pasti yang telah membunuh pria itu. Kenny adalah pembunuhnya. Dan masalah ini telah selesai. Pak polisi ... cepat bawa Kenny dan jebloskan dalam penjara," kata pemilik kontrakan dengan mantap. Dan Kenny hanya bisa menatap tajam padanya tanpa bisa berkata-kata lagi.

"Tenang dulu ... ada penyimpangan teori dari kasus ini. Dan Kenny bukan pembunuh yang sebenarnya karena dia hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk membunuh."

            Semua yang hadir saling pandang. Mereka berharap-harap cemas untuk segera mengetahui siapa pembunuh yang sebenarnya. Aku tatap mereka satu per satu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak ada desah suara dan gerakan-gerakan erotis seperti dulu. Semua menjadi tegang menunggu penjelasanku selanjutnya. Aku tatap pemilik kontrakan yang mencoba bersikap tenang.

"Kamulah pembunuh yang sebenarnya," kataku sambil menunjuk sang pemilik kontrakan.

"Kau ... kau telah menuduhku? Tidak ada bukti untuk itu!"

"Bukankah kamu sendiri telah mengatakan tidak ingin kehilangan semuanya? Itu berarti kamu telah membunuh pria itu dan akan kehilangan semua harta yang kamu miliki."

            Para gadis terkejut dan tidak menyangka atas kesimpulanku ini. Benarkah pemilik kontrakan pembunuhnya? Apakah alasannya dia membunuh pria itu?

            Pemilik kontrakan telah membunuh pria playboy kaya raya karena merasa tersaingi dalam mendekati ke empat gadis cantik yang tinggal di rumah kontrakannya. Keadaan di sana menjadi berubah setelah pria itu datang dengan membawa uang yang begitu banyak dan mengalihkan perhatian ke empat gadis cantik tersebut. Pemilik kontrakan membunuh untuk mengambil harta kekayaan pria itu agar ke empat gadis cantik itu tidak berpaling darinya. Dia memanfaatkan situasi ini, saat mereka berempat sedang bertikai memperebutkan pria kaya itu. Dia juga memanfaatkan Kenny karena setelah kedatangan pria itu, Kenny yang paling disukainya tidak mau lagi diajaknya berkencan.

"Ada bukti lain, tetapi telah kamu singkirkan juga. Di mana pembantumu? Kamu pecat dan kamu usir dia atau malah kamu bunuh juga dan kamu sembunyikan mayatnya? Karena dia yang telah membuat minuman atas perintahmu. Minuman yang telah kamu beri racun. Dan dia menyuruh Kenny memberikan minuman kepada pria itu atas perintahmu juga."

            Semua mata tertuju pada pemilik kontrakan. Pak polisi segera mendatanginya dan memasang borgol pada ke dua tangannya. Dia dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

            Ke empat gadis tersenyum lega. Kenny berjalan perlahan ke arahku dengan gerakan cantik membuat darahku sedikit mendidih. Ke tiga temannya pun mengikutinya dari belakang.

"Terimakasih telah menyelamatkanku," kata Kenny dengan senyum mempesona ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertemuan 15 : Aplikasi CRUD JAVA

Pertemuan 15 - Java CRUD Database Tanggal: 9 Desember 2025 Nama: Hosea Felix Sanjaya NRP: 5025241177 a. Setup & Persiapan Envi...